ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PERKEMBANGAN PENGGUNAAN KOSTUM TARI DI ERA MODERN

Tika Purwanti
1207621004
Dosen Pengampu : Dr. Suparno, S.Pd, M.Pd 
Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri  Indonesia
Email: tikapur1802@gmail.com

Abstrak: Tari merupakan bentuk gerak yang indah, lahir dari  tubuh yang bergerak, berirama dan berjiwa sesuai dengan  maksud dan tujuan tari (Jazuli, 2008: 7). Sedangkan menurut  Salim (2008: 27) tari merupakan sebuah aktivitas alamiah dari  berbagai bentuk yang telah berkembang di dunia bergantung  pada pola budaya dan ritual. Kostum tari adalah keseluruhan dari semua busana yang dipakai penari saat melakukan pertunjukan tari sesuai dengan peran yang ditampilkan.
Kata kunci: Tari, Busana
Abstract: Dance is a beautiful form of movement, born from a moving body, rhythmic and soulful according to the intent and purpose of dance (Jazuli, 2008: 7). Meanwhile, according to Salim (2008: 27) dance is a natural activity of various forms that have developed in the world depending on cultural and ritual patterns. Dance costumes are the entirety of all the clothing worn by dancers when performing dance performances according to the roles displayed.
Keywords: Dance, Clothing


PENDAHULUAN
Kesenian adalah salah satu bagian dari kebudayaan yang pastinya dikagumi semua orang karena keunikan dan keindahannya. Kesenian merupakan hasil karya seni manusia yang mengungkapkan keindahan serta ekpresi jiwa dan budaya penciptanya. Kesenian merupakan bagian dari budaya dan sebagi sarana untuk mengekpresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, keindahannya juga mempunyai fungsi lain. Ragam kesenian yang ada diantaranya adalah seni musik, seni rupa, seni teater, seni sastra dan seni tari. Perwujudan seni yang ada di masyarakat merupakan cerminan dari diri kepribadian hidup masyarakat. Kesenian selalu melekat pada kehidupan manusia, dimana ada manusia di dalamnya pasti ada kesenian. Dari pernyataan tersebut benar adanya jika memang kesenian itu ada seja manusia muncul. Pada hakikatnya kesenian adalah buah budi manusia dalam menyatakan nilai-nilai keindahan dan keluhuran lewat berbagai media cabang seni”.
Seni tari merupakan salah satu aspek seni yang dipelajari pada pembelajaran seni budaya. Pada pembelajaran seni tari, tidak hanya aspek teori yang dipelajari namun juga terdapat aspek praktik. Salah satunya pada materi tari kreasi nusantara, selain aspek teori diperlukan juga praktik agar siswa mendapatkan pengalaman berkreasi dan berkarya.
Kostum atau busana merupakan cara berpakaian disuatu daerah tertentu. Pakaian yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kesempatan pada saat itu, yang biasanya digunakan untuk pertunjukan tari. Kostum 
dapat berupa pakaian secara umum atau gaya berpakaian tertentu pada orang kelas masyarakat atau periode tertentu. Istilah ini juga berhubungan dengan 
pengaturan artistik aksesoris pada gambar, patung, puisi sesuai dengan jaman, tempat atau keadaan (Nina Surtiretna, 1993: 27).


PEMBAHASAN
Menurut (Soedarsono,1978:34) dalam lingkup dunia tari, kostum dapat dikatakan sebagai segala sesuatu yang menutupi tubuh penari. Sesuai dengan proporsi tubuh, maka kostum pun memiliki bagian-bagiannya yaitu bagian kepala (penutup kepala), badan bagian atas (baju), dan badan bagian 
bawah (kain dan celana). Menurut (Soedarsono, 1978:34) secara umum warna kostum yang dipilih berdasarkan warna yang memiliki makna teatrikal dan sentuhan emosional. Mengenai pemilihan warna didalam kostum sebaiknya dipilih sesuai dengan perpaduan antara warna tat arias wajah dan rambut agar terbentuk suatu kesatuan didalam penerapan tokoh atau karakter yang akan dimunculkan.
Kostum merupakan unsur pelengkap yang tidak kalah pentingnya untuk menunjang kreasi anatara kostum, tat arias wajah, hiasan dan asesoris. 
Kostum yang pertama kali tampak membantu menggariskan karakternya, 
dan kostum tampak kemudian memperkuat kesan itu atau mengubahnya menurut keperluan pemeran atau pemain.
Kostum adalah kumpulan pakaian yang berasal dari era sejarah atau bangsa tertentu, menurut mode terminologi. Busana yang digunakan pada zaman dulu hanyalah bayang-bayang dari busana ultra modern yang dikenakan sekarang. Istilah Latin "consuetudo", yang mengacu pada seluruh rangkaian pakaian luar, adalah asal kata "kostum". Selain berfungsi sebagai alat penutup dan penghias tubuh, kostum juga berperan sebagai saluran komunikasi non-verbal penting yang membantu menentukan identitas budaya seseorang, termasuk komunitas atau negara kelahirannya, pada momen sejarah tertentu.
abad 18 - dan 19 Pakaian adat untuk penari pria mengalami beberapa perubahan Rococo yang penuh warna dan lucu berkat Jean-Baptiste Martin, yang dibungkus sebagai desainer Paris Opéra pada tahun 1748. Balet Martin menggabungkan tema Inca, Afrika, Cina, dan Meksiko, dan di bawah kepemimpinannya, tonnelled mengambil bentuk oval. Ritme dan kecepatan militer modern yang berkembang pesat memberikan kesulitan dan peluang baru bagi perancangan kostum untuk karya yang berbeda.
Terlepas dari bagaimana perkembangan penggunaan kostum tari disetiap daerah, mengatakan bahwa kostum harus menampilkan suasana hati dan semangat drama tetap konstan di berbagai gaya penyajian. 
Jaman dahulu kostum tari hanya berfungsi sebagai identitas tari setiap daerah. Akan tetapi pada era modern ini kostum tari bisa mix and match untuk tarian lainnya tidak hanya untuk sati tarian saja.



PENUTUP
Kostum tari adalah keseluruhan dari semua busana yang dipakai penari saat melakukan pertunjukan tari sesuai dengan peran yang ditampilkan. Kostum adalah kumpulan pakaian yang berasal dari era sejarah atau bangsa tertentu, menurut mode terminologi. Busana yang digunakan pada zaman dulu hanyalah bayang-bayang dari busana ultra modern yang dikenakan sekarang. Terlepas dari bagaimana perkembangan penggunaan kostum tari disetiap daerah Jaman dahulu kostum tari hanya berfungsi sebagai identitas tari setiap daerah. Akan tetapi pada era modern ini kostum tari bisa mix and match untuk tarian lainnya tidak hanya untuk sati tarian saja.




DAFTAR PUSTAKA
Chodijah, Wisri A. Mamdy. (1982). Desain Busana. Jakarta: CV. Petra Jaya
Soedarsono. 1978. Tari-tarian Indonesia I. Jakarta: Balai Pustaka
Nina Surtiretna. (1993). Pengertian Berbusana. Pada alamat http://www.google.com
Rusliana. 1994. Pendidikan Seni Tari. Bandung: Angkasa.
Kayam, umar. 1981. Seni, Tradisi, masyarakat (Atr, Tradition and Populace). Jakarta: Sinar Harapan
Jazuli, M. 2008. Pendidikan Seni Budaya Suplemen Pembelajaran Tari. Semarang: Universitas Negeri Semarang

Komentar